Pengunjung melihat mobil yang dipamerkan pada pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu 29 Juli 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)
Tangerang, Beritasatu.com – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri otomotif kini tidak lagi dipandang semata sebagai sektor perdagangan kendaraan, melainkan sebagai salah satu pilar ketahanan ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (30/7/2026).
Agus menyebut, di tengah ketidakpastian global yang dipicu gejolak geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, industri otomotif memiliki peran strategis dalam menjaga kekuatan struktur industri nasional.
“Pesan saya yang pertama adalah sektor otomotif adalah urusan ketahanan ekonomi, bukan hanya sekadar urusan pasar,” kata Agus.
Ia mengungkapkan, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,6% pada triwulan I 2026. Sementara itu, industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 19,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) serta menyumbang lebih dari 82% total ekspor nasional.
Selain itu, industri alat angkutan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dengan nilai tambah yang mencapai lebih dari Rp 285 triliun.
Meski demikian, Agus menilai besarnya kontribusi terhadap PDB bukan satu-satunya indikator penting dalam mengukur peran industri otomotif. Ia menilai, yang jauh lebih menentukan adalah efek berganda (backward dan forward linkage) yang dihasilkan sektor tersebut terhadap berbagai industri lainnya.
“Yang penting bukan hanya berapa besar kontribusi kita terhadap PDB, melainkan apa yang berdiri di belakang kita dan di depan kita, yakni backward dan forward linkage-nya,” tegasnya.
Agus menuturkan, industri otomotif menjadi penopang bagi ribuan perusahaan pemasok, menciptakan mata pencaharian bagi ratusan ribu keluarga, sekaligus mendorong penguasaan teknologi manufaktur yang dibangun secara bertahap dan tidak dapat diperoleh secara instan.
Karena itu, pemerintah memandang industri otomotif sebagai sektor strategis yang berperan menjaga daya tahan struktur industri nasional, bukan sekadar mendorong penjualan kendaraan.
“Itulah sebabnya ketika pemerintah berbicara mengenai sektor otomotif, kami tidak sedang berbicara tentang penjualan kendaraan, namun kami sedang berbicara tentang ketahanan struktur industri nasional,” kata Agus.

