Yogyakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan literasi pelajar terhadap isu-isu politik dan demokrasi guna mendorong partisipasi aktif para generasi muda tersebut dalam proses pemilihan umum (pemilu) mendatang.
Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi di Yogyakarta, Rabu, mengatakan pendidikan pemilih bagi pelajar SMA/SMK yang digencarkan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi politik dan demokrasi kepada siswa.
“Hal ini dilakukan untuk mendorong partisipasi aktif para siswa sebagai pemilih baik dalam praktek pembelajaran demokrasi lewat Pemilos (Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS), maupun dalam pemilu mendatang,” katanya.
Dia mengatakan pendidikan pemilih dalam rangka penguatan literasi politik dan membentuk karakter cerdas siswa tidak hanya dilakukan saat MPLS atau awal masuk sekolah, melainkan hingga para siswa mengadakan Pemilos di masing-masing sekolah.
“Pendampingan terhadap siswa sampai pada pemilihan Ketua OSIS nanti. Jadi saat pembelajaran praktik demokrasi langsung melalui pemilihan Ketua OSIS, KPU hadir di sana lakukan pendampingan,” katanya.
Menurut dia, tantangan dalam proses demokrasi pemilu sekarang ini berbeda dengan sebelumnya, yang mana pada era media sosial sekarang banyak sekali hoaks atau berita tidak benar terkait pemilu, ujaran kebencian dalam pemilu.
“Sehingga perlu juga dilakukan literasi media sosial sekaligus literasi politik kepada anak-anak, generasi muda, pemilih pemula,” katanya.
Dengan demikian, kata dia, nantinya mereka para pemilih pemula dalam menggunakan hak politiknya ketika sudah punya hak pilih itu bisa menggunakan hak pilihnya atau menjadi pemilih yang rasional, kritis, dan bertanggung jawab.
“Jadi, jangan terpengaruh pada hoaks, disinformasi, politisasi identitas dan sebagainya. Makanya pentingnya peningkatan literasi politik dan literasi media sosial sekaligus,” katanya.
Ke depan, selain melalui MPLS, KPU DIY juga terus melakukan pendidikan pemilih melalui media digital dan pertemuan tatap muka, dengan materi seperti prinsip-prinsip demokrasi, pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas, bahaya politik uang, dan pentingnya menangkal hoaks, disinformasi di ruang digital.

